Sarikata.com Intisari Cerita Indonesia

28Aug/030

Dengan Senyuman

Segala galanya yang aku ketahui tentang urusan menjual aku pelajari dari
ayahku, Walt, pada suatu sore di toko mebelnya di New Era, Michigan. Waktu itu
umurku 12 tahun.

Ketika aku sedang menyapu lantai, seorang eanita setengah umur masuk ke toko.
Aku meminta kepada ayah apakah aku boleh melayaninya. "Tentu saja boleh," jawab
ayah.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku menawarkan pelayanan.
"Ya, ada anak muda. Saya membeli sofa di toko ini dan sekarang kakinya lepas.
Saya ingin tahu, kapan kalian bisa membetulkannya."

"Kapan anda membelinya, nyonya?"
"Sekitar sepuluh tahun yang lalu"
Kukatakan pada ayah bahwa wanita itu mengira kami akan membetulkan sofa tuanya
secara gratis. Ayah mengatakan agar memberi tahu wanita itu bahwa kami akan
datang siang nanti.

Kami datang ke rumah wanita itu. Setelah menyekrupkan kaki yang baru ke
sofanya, kami pergi lagi. Dalam perjalanan pulang, ayah bertanya, "Apa yang
sedang kau pikirkan, nak?"
"Ayah khan tahu, aku ingin kuliah. Jika kita selalu saja berkeliling
membetulkan sofa sofa tua secara gratis, lama kelamaan bisa bangkrut kita
nanti "

"Kau kuajak karena memang kau perlu belajar melakukan pekerjaan perbaikan.
Selain itu, urusan paling penting terlepas dari perhatianmu. Kau tidak melihat
nama toko ketika kita membalikkan sofa tadi. Wanita itu membelinya di toko
Sears."

"Maksud ayah, kita mengerjakan perbaikan tadi secara gratis, sementara wanita
itu sama sekali bukan pelanggan kita?"
Sambil menatapku, ayah berkata, "Sekarang ia menjadi pelanggan kita."
Dua hari kemudian, wanita setengah umur itu datang lagi ke toko kami dan aku
melayaninya.

Ia membeli mebel baru seharga beberapa ribu dollar. Ketika kami
datang di rumahnya untuk mengantar barang itu, ia meletakkan sebuah guci besar
yang penuh dengan uang dollar, satuan, limaan, puluhan, dua puluhan, lima
puluhan dan ratusan, di atas meja dapur. "Ambil saja sendiri senilai mebel yang
saya beli," katanya lalu keluar.

Sejak hari itu sudah 30 tahun lamanya aku bekerja sebagai tenaga sales. Aku
selalu berhasil mencapai nilai keberhasilan transaksi tertinggi di setiap
perusahaan yang kuwakili, karena aku tidak pernah meremehkan pelanggan.

(Michael T. Burcon/rekan kantor.com)

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Popularity: 1% [?]

28Aug/030

Kebetulan yang Menakjubkan

Tahun 1945, seorang anak lelaki berusia 14 tahun dimasukkan ke dalam sebuah
kamp konsentrasi. Tubuhnya tinggi, kurus, namun senyumnya amat menyenangkan.

Setiap hari, seorang gadis kecil menghampirinya dari balik pagar. Gadis itu
memanggil anak lelaki itu dan menanyakan apakah ia bisa berbahasa Polandia.

Anak lelaki itu menjawab, ya. Gadis kecil berkata padanya bahwa ia tampak
lapar, dan dibenarkan oleh anak lelaki itu. Kemudian gadis kecil itu meraih
sebuah apel dari sakunya dan diberikan pada anak lelaki itu. Anak lelaki itu
mengucapkan terima kasih dan gadis kecil itu pergi kembali.

Keesokan harinya
gadis kecil itu datang lagi, membawakan sebuah apel dan diberikan pada anak
lelaki itu. Setiap hari gadis itu menemui anak lelaki dari balik pagar, dan
dengan gembira memberikan sebuah apel sambil bercakap cakap sejenak.

Suatu hari anak lelaki itu berkata bahwa ia tak bisa menemuinya lagi. Ia akan
dikirim ke kamp konsentrasi yang lain. Kemudian anak lelaki itu meninggalkan
gadis kecil dengan air mata menitik di wajahnya.

Ia sedih dan berharap bisa
bertemu dengan gadis kecil itu lagi. Kini gadis kecil itu hanya bisa dipandangi
dari balik bayangannya saja.
Akhirnya anak lelaki itu keluar dari kamp konsentrasi dan berimigrasi ke
Amerika Serikat. Pada tahun 1957 seorang rekan mengajaknya pergi menemui
seorang gadis dan melakukan sebuah kencan buta.

Ia sama sekali tak mempunyai
bayangan apa pun tentang gadis itu, namun ia tetap mau menemuinya. Mereka lalu
mengadakan makan malam bersama dan mulai bercakap cakap dalam bahasa Polandia.

Kemudian mereka berbincang bincang tentang kamp konsentrasi. Gadis itu berkata
bahwa pada saat itu pun ia berada di Polandia. Ia pun bercerita bahwa ia sering
berbicara dengan seorang anak lelaki dan memberikan sebuah apel pada anak
lelaki itu setiap hari.

Lelaki itu bertanya apakah anak lelaki itu bertubuh
tinggi, kurus dan pernah berkata bahwa ia takkan bisa menemuinya lagi karena
harus pergi meninggalkan kamp konsentrasi itu?

Gadis itu mengiyakan.
Itu dia Itulah gadis itu yang setiap hari memberikan apel padanya. Setelah 12
tahun, setelah perang usai, dan kini di negara yang berbeda, mereka bertemu
lagi.

Saat itu juga, lelaki itu meminang gadis itu dan berjanji takkan pernah
meninggalkan gadis itu. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia.

Apa arti semua ini? Ini adalah sebuah cerita cinta. Mukjizat benar benar ada,
dan senantiasa terjadi dalam hidup kita.
(290501/rekan kantor.com)

========================================
Pengirim : Conan
========================================

Popularity: 1% [?]

Filed under: Kasih/Cinta No Comments
Page 2 of 10312345102030...Last »