Sarikata.com Intisari Cerita Indonesia

22Nov/060

Jangan berhenti samoai disitu

aku tak tahu apakah itu dirimu
sebab sinyal itu mampu hancurkan
tembok tembok yang kudirika dahulu
bahkan melewati batas kenangan lampau
sempat kuhalau itu semua
seiring banyaknya keraguan dan ketidakpastian
sayangnya sinyal itu tak dapat diteruskan
karena lemahnya keyakinanmu

mengapa kau menyerah?
selagi sinyal itu masih ada entahpun begitu pendek
perkuatlah dengan dayamu sebagai lelaki

mata adalah cerminan hati
mulut adalah perantaranya
tetapi mengapa kau hanya diam?
bila saatnya untuk bicara. bicaralah
bila saatnya untuk diam. diamlah

halau keraguan itu
buka sedikit pintu hatimu
dan biarkan melebar dengan sendiriinya
seperti tatapan matamu
tajam memanah hatiku
dan kutahu kau mencintaiku

terimalah cinta agung yang kuberi
dan yakinlah kita bisa bersama
menggapai impianmu dan impianku
akan cinta yang abadi
kita berdua.....

========================================
Pengirim : morde
========================================

Popularity: 1% [?]

Related posts:

  1. Indah, Jangan Berhenti Menulis
  2. Jangan Pernah Berhenti
  3. Jangan Berhenti Berpikir
  4. Rapuh Kah ?
  5. Sudah Saatnya Berhenti
  6. Berhenti Berharap
  7. Ku tak akan berhenti
  8. Jangan Lupakan Aku
  9. Jangan Kau Kenang
  10. Jangan Ganggu Aku
Filed under: Puisi Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment


No trackbacks yet.