Sarikata.com Intisari Cerita Indonesia

16Nov/070

Kita Orang Yang Terpilih

Dalam sebuah kisah pengembaraan seorang manusia dari bayi hingga menjadi seorang manusia yang sudah mengerti mana yang benar dan mana yang salah, setiap hari kita dihadapkan dalam pilihan pilihan yang harus kita ambil dan tidak bisa kita tolak.

Sebagai contoh, saat kita mengendarai kendaraan kita setiap hari, kita harus mengambil memilih untuk mengambil keputusan yang tepat apakah kita harus menyalip kendaraan lain atau tidak.....

Jika pilihan kita tepat maka kita akan sampai dengan cepat ditambah bonus selamat. Tapi jika tidak, maka accident yang tidak kita inginkan yang akan terjadi.

Dan hal yang sama juga akan terjadi pada saat kita memegang teguh sebuah "idealisme" dari dasar sebuah keyakinan yang kita anggap benar.

Saat kita sudah letih bergelut dengan semua kesulitan2 sebagai dampak dari prinsip2 yang kita pegang, muncul banyak pertimbangan yang seolah olah menjadi pilihan untuk kita pilih.

Apakah kita juga akan menyerah dengan menyerahkan diri kita kepada sistem yang ada dan menyerah untuk menjadi kaum kaum Opportunis pula??

"TIDAK," seringkali penolakan itu yang akan muncul, padahal kita tahu dengan menjadi orang yang opportunis maka kehidupan kita akan menjadi lebih mudah dan nyaman dalam hal "Materi".

Sebuah kenangan dari sebuah perenungan panjang membuatku tetap menjadi orang yang tetap teguh memegang prinsip prinsip meski setiap hari kesulitan dalam hal materi. Belum lagi terlihat orang orang yang Opportunis itu semakin hari semakin nyaman hidupnya.

Hasil perenungan itu adalah :

1. Allah SWT sengaja memilihkan takdir kita untuk menjadi pejuang dengan segala prinsip prinsip idealisme kita.
2. Kita bukanlah orang orang biasa, karena kita adalah Orang Pilihan yang dipilih Allah SWT untuk memegang teguh kebenaran itu (meski kerapkali pahit rasanya).
3. Kita sengaja mengorbankan diri kita dengan memegang teguh Idealisme kita, dan menerima segala hal yang "tidak enak" yang menjadi dampak dari semua keteguhan kita itu.
4. Kita hanya bisa berdoa agar setiap hari kita bisa semakin teguh menjalani kehidupan dengan semua prinsip kebenaran yang kita pegang itu. Meski kita tidak tahu sampai kapan kita mampu bertahan, atau pelan pelan sadar atau tidak sadar prinsip itu mulai menggerogoti kita.

Salut buat semua orang yang tetap memegang teguh prinsip/idealisme kebenaran mereka.

"Tetaplah Menjadi Orang Orang Pilihan..."

Jabat erat

========================================
Pengirim : agus_ywn
========================================

Popularity: 45% [?]

Related posts:

  1. Orang Tua Kita
  2. Nasib Kita Siapa Yang Menentukan?
  3. Cinta yang Tidak Kita Sadari
  4. Cinta yang tidak kita sadari
  5. Tinggalkan orang yang berpikiran kerdil
  6. Ada 3 yang membuat orang bodoh
  7. Waktu yang kita punya
  8. Kita dan apa yang kita rasa
  9. Tetengga kita ternyata orang miskin
  10. Orang Yang Terpercaya
Filed under: Opini Leave a comment
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment


No trackbacks yet.